Senin, 11 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
Menjelang perpisahan
Setelah sekian lama,hari ini ku kembali mendengar manisnya suaramu,Canda dan tawamu.Terobati sudah segala kerinduanku,yang selama ini menyesakkan dadaku.Hilang sudah beban jiwaku.Mendengar suaramu,seolah kau hadir di sampingku.Tapi ada sesuatu yang begitu mengganjal dalam pikiranku.Sebentar lagi kau akan meninggalkan aku,ku tak kan lagi mendengar tutur sapamu.Tak lagi mendengar riang tawamu.Meski bukan tuk selamanya,namun aku tahu itu untuk waktu yang lama.Aku harap sebelum kau pergi,dapat mendengar merdu suaramu tuk ucapkan ''sampai jumpa'' padaku.Dan saat kau kembali nanti,ku ingin kau tahu bahwa q selalu merindukanmu.Sampai jumpa lagi sayang,kan ku tunggu kau di taman penantian.
Tuhan dengarkan
aku tak mengerti
mengapa aku begini
tersiksa batin oleh kata
hatiku sendiri
kata hati tuk tetap
mencintainya
keinginan untuk selalu
buatnya bahagia
anganku di penuhi
senyumannya
tangisnya tak henti
terngiang di kepalaku
apakah aku benar atau
aku salah
apakah aku mencintai
orang yang tepat
kucintai
atau ini keegoisan dari
hati yang telah di
butakan oleh cinta
pernah kulihat kisah
pedih tentang cinta di
luar sana
tapi tak pernah
terbayang olehku
aku tersiksa oleh roman
cinta yang telah di
anugerahkan olehnya
seorang gadis yang
takkan mati, selalu
tersimpan di hati, dan
hanya untukku
selamanya.Tuhan dengarkanlah jerit hatiku
mengapa aku begini
tersiksa batin oleh kata
hatiku sendiri
kata hati tuk tetap
mencintainya
keinginan untuk selalu
buatnya bahagia
anganku di penuhi
senyumannya
tangisnya tak henti
terngiang di kepalaku
apakah aku benar atau
aku salah
apakah aku mencintai
orang yang tepat
kucintai
atau ini keegoisan dari
hati yang telah di
butakan oleh cinta
pernah kulihat kisah
pedih tentang cinta di
luar sana
tapi tak pernah
terbayang olehku
aku tersiksa oleh roman
cinta yang telah di
anugerahkan olehnya
seorang gadis yang
takkan mati, selalu
tersimpan di hati, dan
hanya untukku
selamanya.Tuhan dengarkanlah jerit hatiku
Langganan:
Komentar (Atom)